KHASIAT WARU ( HibiscusTillaceus L) Prodi D3 Kebidanan

By: Admin | Posted on: 2014-05-19 | Kunjungan : 450

 

KHASIAT

WARU

( HibiscusTillaceus L)

 Indonesia termasuk daerah tropis, waru merupakan tumbuhan tropis berbatang sedang, terutama tumbuh di  pantai  yang tidak berawa atau di dekat pesisir. Waru tumbuh liar di hutan atau di ladang, kadang-kadang ditanam di pekarangan atau di tepi jalan sebagai pohon pelindung. Pada tanah yang subur batangnya lurus, tetapi pada tanah yang tidak subur batangnya tumbuh membengkok ,percabangannya dan daun daunnya lebih lebar. Pohon yang, tinggi 5-15 m, batang berkayu bulat, bercabang, warnanya coklat.

Daun bertangkai, tunggal, berbentuk jantung, atau bundar telur diameter sekitar 19 Cm. Pertulangan menjari, warnanya hijau, bagian bawah berambut abu - abu rapat. Bunga berdiri sendiri atau  2-5 dalam tandan, bertaju 8-11 buah, berwarna kuning dengan noda ungu pada pangkal bagian dalam, berubah menjadi kuning merah dan akhirnya menjadi kemerahmerahan. Buah bulat telur berambut lebat, beruang lima, panjang sekitar 3 Cm, berwarna coklat. Biji kecil ,berwarna coklat muda. Daun mudanya bias dimakan sebagai sayuran. Kulit kayunya berserat, biasa digunakan untuk membuat tali. Waru diperbanyak dengan biji.

NAMA LOKAL: Waru

NAMA DAERAH Sumatera: Kioko, siron, baru, bulu, bou. Jawa :Waru, warulaut, warulengah, warulengis. Nusatenggara: Baru, waru, wau ,Bau. Sulawesi: Balebirang, bahu, molowahu, waru, Maluku: war, haru, palu. IrianJaya :iwal, wakati. NamaAsing :Tree Hibiscus, Namasimplisia : Hibiscitiliaceus folium ( daunwaru)hibisci, tiliaceusflos(bungawaru)

PENYAKIT YANG DAPAT DIOBATI :

Daun berkasiat anti radang, anti toksik, peluruh dahak dan peluruh kencing. Akar berkasiat sebagai penurun panas dan peluruh haid.

PEMANFAATAN :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN :

Bagian yang digunakan adalah daun, akar dan bunga.

INDIKASI :

·        Tb paru, batuk, sesaknafas

·        Radang amandel (tonsillitis)

·        Demam, berak darah dan lender pada anak , muntah darah

·        Radang usus

·        Bisul, abses

·        Keracunan singkong

·        Penyuburrambut

Daun Waru digunakan untuk pengobatan : penyubur rambut

Akar digunakan untuk mengatasi :

·      Terlambat haid

·      demam

Bunga digunakan untuk pengobatan : radang mata.

CARA PEMAKAIAN :

Untuk obat yang diminum gunakan daun segar sebanyak 50- 100 gram atau 15- 30 gram bunga. Rebus dan air rebusannya diminum.

Untuk pemakaian luar, giling daun waru segar secukupnya sampai halus. Turapkan ramuan ini pada kelainan kulit, seperti bisul atau gosokkan pada kulit kepala untuk mencegah kerontokan rambut dan sebagai penyubur rambut.

Contoh pemakaian khasiat waru :

BATUK BERDAHAK :

Cuci 10 lembar daun waru yang masih muda sampai besih, lalu tambahkan gula batu seukuran telur burung merpati. Tambahkan 3 gelas air besih, lalu rebus sampai airnya tersisa ¾ bagian. Setelah dingin, saringdan air saringan diminum, sehari 3 kali minum, masing-masing 1/3 bagian.

RADANG AMANDEL:

Cuci 1 genggam daun waru yang masih segar, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai air rebusan tersisa 1½ gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya digunakan untuk berkumur(gargle), terus diminum, sehari 3-4 kali, setiap kali seteguk.

RADANG USUS:

Makan daun waru yang masih kuncup sebagai lalapan.

BERAK DARAH DAN LENDIR PADA ANAK :

Cuci 3 lembar daun waru muda (yang masih kuncup), tambahkan ½ cangkir  air sambil diremas remas sampai airnya mengental seperti selai. Tambahnkan gula aren sebesar kacang tanah sambil diaduk sampai larut. Peras dan saring menggunakan sepotong kain halus. Minum air saringan tersebut sekaligus.

Kepustakaan:

Alpers, D.H, WF. Stenson, DM. Bier. 2005 Manual of Nutritional Therapeutics. Boston. Little, Brown and company

Budianto, MAK. 2002. Dasar-dasar Ilmu Gizi. Edisi ke2 Penerbit universitas Muhamadiyah Malang

Hardinsyah. 2006. Measurment and Determinant of food Diversity. Medcal Faculty University of Quessland. Australia

Pujiadi. s. 2003. Ilmu Gizi Klinis            Edisike 4. Penerbit Fakultas Kedokteran UI.Jakarta

Sukirman. 2010. Ilmu Gizi dan Aplikasinya untuk Keluarga dan Masyarakat. Direktorat

Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan nasional. Jakarta