ASI VS SUSU FORMULA D3 KEBIDANAN

By: Admin | Posted on: 2011-03-01 | Kunjungan : 346

 

Sejawat, apakah kalian pernah mendengar tentang Asi Ekslusif? Ya, ASI ekslusif adalah pemberian ASI saja kepada bayi yang berumur 0 – 6 bulan tanpa panganan tambahan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tubuh bayi secara optimal.

Lalu, apakah semua Ibu-ibu sudah memberikan ASI ekslusif sesuai yang disarankan oleh WHO? Jawabannya adalah tidak, banyak penelitian membuktikan bahwa Ibu-ibu di daerah terpencil cenderung tidak paham tentang ASI Ekslusif dan lebih memilih Susu formula untuk bayinya dengan Alasan lebih cepat, efektif dan efisien penggunaannya.

Dan bagaimanakah perbedaan efek dan kualitas penggunaan antara ASI dan susu formula itu sendiri?

 

Berikut ini perbandingan antara ASI VS Susu Formula :

1.                            Komposisi ASI dapat berubah setiap waktu sesuai dengan kondisi dan kebutuhan bayi. Pada hari pertama, lambung bayi masih sangat kecil (sebesar kacang tanah) dan jumlah kolostrum hanya sedikit. Saat lahir kekebalan bayi dilindungi oleh kolostrum yang mengandung zat kekebalan tinggi. Sistem pencernaan bayi yang belum sempurna disempurnakan oleh komposisi ASI yang mempermudah penyerapan sehingga dapat dipergunakan oleh tubuh bayi. Saat bayi lapar dan menyusu lebih lama pada ibunya, kandungan ASI yang didapat akan lebih kental dan padat sehingga bayi kenyang. Perubahan komposisi juga terjadi apabila sang ibu sakit. Jika ibu flu, komposisi ASI akan disertai antiflu yang dapat melindungi bayi. Susu formula tidak mungkin memiliki komposisi yang berubah-ubah.

2.      ASI mengandung enzim lipase yang membantu mencerna lemak (pencernaan bayi belum sempurna untuk masuknya lemak). Enzim ini tidak terdapat pada susu formula.

3.      ASI mengandung asam lemak esensial, termasuk DHA, yang tidak terdapat di dalam susu formula Fungsi asam lemak esensial dibutuhkan untuk pertumbuhan otak, mata, dan kesehatan pembuluh darah bayi.

4.      ASI tidak menyebabkan bayi mengalami sembelit seperti yang sering dikeluhkan pada bayi yang mengonsumsi formula.

1.      ASI mengandung banyak protein jenis Whey yang mudah dicerna. Jadi, bayi yang mendapat ASI akan lebih sering atau lebih cepat merasa lapar ingin disusui. Sering menyusui berdampat sangat baik dalam peningkatan produksi ASI, terutama di malam hari.

2.      Susu formula mengandung lebih banyak protein jenis kasein yang sulit dicerna oleh sistem pencernaan bayi sehingga memudahkan bayi terkena alergi dan obesitas. Menurut penelitian bahwa bayi yang mendapat ASI tidak segemuk bayi dengan susu formula.

3.      Pada tahun pertama, bayi sangat rentan terhadap penyakit. ASI mengandung sel-sel darah putih dan sejumlah faktor antiinfektif yang melindungi bayi dari infeksi. ASI juga mengandung antibodi terhadap berbagai infeksi yang pernah dialami ibu sebelumnya. Ini tidak ada pada susu formula.